Cari Produk di Lazada

Thursday, August 20, 2015

Serangan Zero-Day Terhadap Perangkat Mobile dan Jaringan Menjadi Ancaman Utama Bagi Perusahaan

Direct Release – Check Point telah meneliti lebih dari 16,000 gateway keamanan di seluruh dunia dan hasilnya menunjukkan serangan yang bertarget dan hack telah mencapai angka yang sangat tinggi pada tahun 2014.

JAKARTA, 19 Agustus 2015 —Check Point® Software Technologies Ltd.(Nasdaq: CHKP), vendor pemimpin dunia dalam pengamanan internet, hari ini merilis 2015 Security Reportsebagai laporan kuartal ketiga perusahaan yang mengungkapkan ancaman-ancaman keamanan utama yang telah menyerang organisasi-organisasi di seluruh dunia.
2015 Security Report melaporkan tingkat infiltrasi dan kecanggihan dari ancaman-ancaman tersebut bagi perusahaan. Mobilitas yang tinggi, virtualisasi dan teknologi-teknologi lain telah mengubah cara kita melakukan bisnis. Dan saat organisasi-organisasi mengadopsi perangkat-perangkat yang menawarkan peningkatkan produktivitas tersebut, mereka kerap lupa akan implikasi  keamanan yang timbul karena kurangnya antisipasi keamanan yang tepat. Check Point 2015 Security Report mengungkapkan prevalensi dan pertumbuhan ancaman pada jaringan perusahaan, melalui informasi yang diperoleh selama tahun 2014 .
Laporan tersebut disusun berdasarkan sebuah kolaborasi penelitian dan analisis yang mendalam selama 300,000 jam terhadap lalu-lintas jaringan di lebih dari 16,000 gateway Threat Prevention dan 1 juta smartphones.
Temuan-temuan kunci:
Serangan malware tak dikenal dan dikenal meningkat secara eksponensial
Tahun 2014 menjadi saksi peningkatan serangan malware dengan tingkat yang sangat mengkhawatirkan. Menurut laporan tahun ini, sebanyak 106 serangan dari malware yang tak dikenal menyerang organisasi setiap jamnya. Jumlah tersebut merupakan peningkatan sebanyak 48 kali dari 2.2 per jam yang dilaporkan pada tahun 2013. Serangan dari malware yang tak dikenal akan terus menjadi ancaman bagi organisasi di masa yang akan datang. Ancaman yang lebih serius datang dari zero-day malware, yang secara efektif dibuat dari nol untuk memperkuat dan mempercepat penyebaran malware. Sebesar 83 persen dari organisasi telah terinfeksi bot pada 2014, serangan yang memungkinkan komunikasi konstan dan berbagi data antara bot dengan server  command  dan server control.
Perangkat mobile adalah kelemahan terbesar perusahaan
Perangkat-perangkat mobile merupakan titik-titik lemah dalam rantai keamanan karena mereka menyediakan akses langsung yang lebih mudah ke aset-aset organisasional dibandingkan titik-titik intrusi lainnya. Penelitian yang dilakukan Check Point mengungkapkan bahwa pada sebuah organisasi dengan lebih dari 2,000 perangkat yang terhubung pada jaringannya, sedikitnya ada 50 persen peluang tidak kurang dari 6 perangkat mobile di jaringan perusahaan tersebut telah terinfeksi atau tengah dibidik. Sebesar 72 persen perusahaan penyedia layanan TI  yang disurvey sepakat bahwa tantangan utama yang mereka hadapi dalam keamanan mobile adalah mengamankan informasi korporasi,  sementara 67 persen melihat bahwa tantangan kedua terbesar mereka adalah mengelola perangkat pribadi yang menyimpan baik data perusahaan maupun data pribadi. Data perusahaan selalu berada dalam resiko, dan menyadari resiko-resiko yang ada, adalah menjadi sangat penting untuk mengambil langkah yang tepat untuk mengamankan perangkat mobile.
Menggunakan Aplikasi Beresiko itu Mahal
Perusahaan kerap bergantung pada aplikasi agar aktifitas bisnis mereka lebih teroganisir dan efisien. Namun aplikasi kerap menjadi titik rawan intrusi bagi perusahaan. Beberapa aplikasi, seperti  aplikasi berbagi file, jelas sangat beresiko. Dengan munculnya shadow IT atau TI bayangan, aplikasi yang tidak disponsor atau didukung sebuah organisasi TI pusat akan menyebabkan bisnis semakin beresiko. Penelitian telah membuktikan bahwa 96 persen organisasi yang diteliti menggunakan aplikasi yang sangat beresiko pada 2014, naik sebanyak 10 poin dari tahun sebelumnya. Penelitian yang dilakukan Check Point juga menyingkap bahwa 12.7 kejadian yang disebabkan aplikasi yang sangat beresiko terjadi tiap satu jam. Hal ini merupakan peluang bagi penjahat cyber untuk mengakses jaringan perusahaan – yang merupakan aktifitas yang beresiko.
Penjahat criminal bukan satu-satunya ancaman terhadap integritas dan keamanan data perusahaan. Secepat seorang hacker dapat menyusup ke dalam jaringan, aktifitas intra-jaringan juga dapat menyebabkan hilangnya data. Check Point menemukan bahwa 81 persen organisasi yang dianalisanya telah mengalami insiden kehilangan data, naik 41 persen dari 2013. Tanpa sepengetahuan, data dapat keluar dari perusahaan karena beragam alasan, sebagian besar berhubungan dengan tindakan yang dilakukan pegawai, baik masih bekerja di perusahaan maupun telah keluar. Saat kebanyakan strategi kemanan fokus pada perlindungan data darihacker yang menyusup, sangat penting pula untuk melindungi data dari kebocoran dari dalam.
“Penjahat cyber zaman sekarang sudah sangat canggih dan kejam: mereka menyasar kelemahan jaringan, mendekati lapisan keamanan seolah undangan terbuka untuk menyusup ke dalam. Untuk melindungi dri dari serangan, ahli dan organisasi keamanan harus mengetahui sifat dari serangan yang terakhir dan bagaimana jaringan dapat diserang,” kata  Amnon Bar-Lev,President Check Point Software Technologies. “Hanya dengan mempersenjatai diri lalu dikombinasi dengan pengetahuan dan solusi keaman yang kuat, organisasi dapat benar-benar melindungi diri dari ancaman yang terus berkembang tersebut. Dengan memiliki keamanan seperti tersebut di atas sebagai aset penting bagi perusahaan, Anda akan memiliki keamanan yang memiliki kesanggupan. Dan Anda juga akan membuka peluang inovasi dan memiliki sebuah lingkungan yang mendukung  performa dan produktifitas tinggi.”
Mengenai  2015 Security Report
Laporan 2015 Security Report menginformasikan kejadian-kejadian kemanan penting yang telah terjadi di dalam organisasi diseluruh dunia dan menawarkan  rekomendasi perlindungan terhadap kejadian-kejadian tersebut. Laporan disusun berdasarkan penelitian kolaboratif dan analisis mendalam terhadap kejadian keamanan di lebih dari 1,300 perusahaan dari semua indusry diseluruh dunia, 1 juta perangkat dan kejadian yang ditemukan melalui Check Point ThreatCloudTM, yang terkoneksi ke lebih dari 16,000 gateway keamanan organisasi dan ke lebih dari 3,000 gateway yang melapor ke Check Point Threat Emulation Cloud.
sumber : http://pcmedia.co.id/2015/08/serangan-zero-day-terhadap-perangkat-mobile-dan-jaringan-menjadi-ancaman-utama-bagi-perusahaan/

No comments:

Post a Comment